Kebodohan Anak Jaman Now saat lulus Sekolah
Budaya Coret-Coret Pasca Kelulusan Sekolah
Lulus SMA bukanlah suatu prestasi yg begitu membanggakan, apalagi konteksnya adalah di jaman sekarang ini, dimana lulusan SMA sudah dianggap biasa-biasa saja karna perkembangan pesat teknologi modern.
Udah gak lagi relevan, kecuali kalian hidup 30 tahun kebelakang, maka SMA masih dianggap sebagai jenjang pendidikan yg sangat tinggi.
Jadi, apa yg kalian rayakan?
Di jaman sekarang, pekerjaan yg enak dan gajinya besar itu rata-rata harus punya skill dan ijazah dari bangku kuliah. Sebut saja pekerjaan macam Cybersecurity, Network Engineer, Data Analyst, dll.
Jadi, apa yg kalian rayakan?
Di jaman sekarang, pekerjaan yg enak dan gajinya besar itu rata-rata harus punya skill dan ijazah dari bangku kuliah. Sebut saja pekerjaan macam Cybersecurity, Network Engineer, Data Analyst, dll.
Yang artinya, perjuangan kalian setelah lulus SMA itu belum berakhir, perjalanan masih sangat panjang. Yang sudah lulus kuliah aja gak ada yg norak, coret-coret baju. Kalian nantinya harus berjuang lebih keras di bangku kuliah, lalu fokus di dunia kerja. Kelulusan SMA adalah awal perjuangan kalian, dan kalian mengawali perjuangan kalian itu dengan corat-coret baju, konvoi ala geng motor bak penguasa jalanan yg gak jarang sampai tawuran dengan murid lain bahkan masyarakat setempat, ada lagi yg bikin party malam hari, seks bebas, mabuk dengan teman-teman?
Dasar orang udik.
Kampungan.
Dasar orang udik.
Kampungan.
Aku tau kok rasanya, dulu aku juga sekolah, hasil UN memang menjadi momen yg paling ditunggu-tunggu sama semua siswa/i sekolah di Indonesia.Hari di mana kita mengetahui hasil jerih payah dan usaha dari proses belajar selama bertahun-tahun yg suatu saat akan menjadi sejarah yg kita kenang.
Awalnya, momen ini jadi detik-detik sakral yg mengharukan, momen dimana semua tangis bahagia tumpah ruah seolah dirimu adalah pemenang kuis 1 miliar, tapi akhirnya momen sakral itu berubah menjadi Euforia yg norak, udik, tidak elegan, dan penuh warna kebisingan yg bikin pening.
Sehabis pengumuman, para siswa pun merayakannya dengan mencorat-coret seragam mereka dan melakukan konvoi keliling jalanan sambil pacaran.Mereka kumpul kebo, yg cewek senang badan dan dadanya di pegang cowok, ciuman dan pamer badanya dan lainnya.
Gak jarang mereka juga tawuran, bikin bising dan ricuh di jalanan, melawan perintah orang-orang tua dari kalangan masyarakat yg risau dengan tingkah laku mereka, murid-murid yg konvoi ini juga sering berurusan dengan pihak kepolisian. Ingat anjing betina asal Medan yg kemarin ngaku anak Jenderal saat mau ditilang karna melanggar lalu lintas? Itu masih satu contoh diantara jutaan contoh lainnya. Polisi sendiri memang sering melakukan “sweeping” kepada bocah-bocah dungu yg biasanya bertebaran di jalanan ini, lengkap dengan baju warna-warni mereka karna di cat pilox.Kalian niatnya ingin tampil keren dan hebat di jalanan dengan berkonvoi tapi nyatanya malah norak dan kampungan.
Masyarakat yg awalnya senang dengan kelulusan mereka, sekarang ikut jijik dan ilfil. Satu hal yg bikin miris adalah, mereka melakukan aksi coret-coret ini sebelum tau lulus atau tidaknya mereka.Coba deh kita pikir sendiri, apa sih manfaat coret-coret baju pakai pilox terus bikin rusuh di jalanan? Ini lah budaya norak Murid Indonesia yg berbeda dari Negara luar yg berkelas dan cerdas.Kan lebih baik bajunya itu diberi ke teman atau orang lain yg membutuhkan baju itu karna mereka masih sekolah.
Sekali lagi, budaya dan tradisi coret-coret baju ini adalah bad celebration dan juga sikap cepat merasa puas. Euforia norak coret-coret baju lalu konvoi adalah interpretasi dari sikap meluapkan rasa puas dan juga refleksitas kesenangan tapi ke arah yg buruk dan sia-sia, dan juga kampungan tentunya.
Cerminan rasa terlalu puas ini menghasilkan hormon kesenangan yg berlebihan sampai menimbulkan kepuasan atas pelampiasan dari rasa ketertekanan selama tiga tahun yg mereka lalui, lalu mencoba untuk meleburkan memori-memori seperti tugas sekolah, PR, dll yg dianggapnya sebagai penderitaan untuk membalas dendam.
Dari sisi psikologi, sepertinya mereka mencoret baju lalu konvoi keliling jalanan dengan orang udik lainnya hanya untuk mencoba show up dan memamerkan kepada masyarakat seolah mencoba memberi pesan atas pencapaian “prestasi” mereka karna bisa lulus. Boleh kok senang, bangga, bersyukur karna berhasil lulus SMA, tapi cobalah dengan cara yg positif dan bermanfaat seperti mengadakan acara syukuran bersama teman-teman sekelas atau bahkan bersama guru, menyumbangkan pakaian bekas itu ke murid lain yg masih sekolah dan sangat membutuhkan nya. Yang jangankan untuk membeli baju dan sepatu baru, tapi buat makan aja susah.
Atau mengadakan bakti sosial bersama teman-teman sekelas sebagai bentuk rasa syukur dan bahagia juga adalah ide yg sangat bagus. Seperti anak-anak SMA di Yogyakarta yg merayakan kelulusan mereka dengan bagi-bagi nasi kotak dan susu kedelai. Pelajar yg tergabung dalam Student Care and Share ini mengumpulkan dana dari iuran seluruh anggota dan ditambah dari sekolah. Mereka menyebar ke titik-titik wilayah yg sudah ditentukan dan membagikan nasi kotak serta susu kedelai itu kepada tukang becak, loper koran, dan tukang parkir.
Pemerintah, melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pun sebenarnya sudah menghimbau para murid supaya menyambut pengumuman kelulusan dengan bijak dengan tidak mencorat-coret seragam mereka macam orang tidak waras, atau mencoret-coret tembok, dan fasilitas umum, karna itu adalah vandalisme yg merupakan tindak kriminal.
Selain itu juga himbauan untuk donasi seragam kepada yg membutuhkan dan memanfaatkan waktu yg ada dengan belajar persiapan masuk perguruan tinggi.
Tapi mengingat mayoritas murid di Indonesia itu susah dikasih tau, senang pamer, maka tentu himbauan ini mereka acuhkan.
Selain itu juga himbauan untuk donasi seragam kepada yg membutuhkan dan memanfaatkan waktu yg ada dengan belajar persiapan masuk perguruan tinggi.
Kesimpulannya : ayo lah berubah jangan kaya orang bodoh, orang udik, kita harus membuat bangsa indoneisa terkenal dengan anak mudahnya yang memiliki prestasi yang melimpah, bukan kaya gini yang sangat tidak wajar sekali dan bisa membuat Negara indoneisa menjadi negara yang sangat buru.
AYO KITA BERUBAH UNTUK INDONEISA KU

No comments